3 Pemakalah dari FKM di Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu 2019

Dosen dan beberapa Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Abulyatama mengikuti Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu 2019 “Peran Pendidikan Tinggi Dalam Mencetak SDM yang Kompetitif di Era Revolusi Industri 4.0” Kamis 12 Desember di Aula Balee Nyak Syech Abulyatama.

Ada beberapa judul penelitian yang dipaparkan diantaranya

“ANALISIS KADAR MERKURI TERHADAP TINGGKAT TERJADI PENCEMARAN PADA SUNGAI KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA”

“GAMBARAN PENGETAHUAN SANTRI TENTANG PENYAKIT SCABIES DI PONDOK PESANTREN MODERN BABUN NAJAH DESA DOY KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH”

 

Kami Tak Pernah Bosan Melakukan Penyuluhan

Tim Program ABDIMAS  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Abulyatama mengadakan penyuluhan tentang penyakit Scabies dan Penyuluhan dampak Gadget di Pesantren Sulaimaniyah Centre Aceh Kabupaten Aceh Besar pada hari Sabtu, 7 Desember 2019.

Penyakit  gudik dalam dunia medis disebut dengan skabies, yaitu salah satu penyakit kulit menimbulkan rasa gatal gatal di kulit terutama dirasakan pada malam hari yang kemudian akan muncul ruam-ruam pada kulit tersebut. Penyakit Skabies ini juga mudah menular dari manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Skabies mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprei, handuk, bantal, air yang masih terdapat kutu Sarcoptes.

Penyakit ini penyebabnya dipengaruhi sebab adanya tungau yang ukurannya kecil yang tak tampak oleh mata telanjang. Dimana tungau tersebut masuk kedalam bagian kulit dan membentuk sarangnya pada jaringan kulit. Penyakit scabies banyak diderita di tempat yang berkelompok seperti asrama, pesantren, dayah.

Selain itu juga kami melakukan penyuluhan dampak  bahaya menggunakan gadget pada anak-anak, di jaman sekarang ini banyak anak yang sudah mulai kecanduan gawai akan terbiasa mendapatkan kesenangan dengan pola satu arah. Mereka lebih suka bermain sendiri menggunakan gawai ketimbang bermain bersama teman-temannya.

Selain perkembangan interaksi sosial menjadi terhambat, kesenangan yang didapat dari kecanduan gadget juga dapat membuat anak-anak menghindar dari tanggung jawab dan tugas mereka.

“Ada orang tua memukul anaknya karena telah merusak hp-nya TETAPI tidak ada orang tua yang memukul hp-nya karena telah merusak anaknya”

Program ABDIMAS Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit SCABIES & Penyuluhan Dampak GADGET

Tim Program ABDIMAS  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Abulyatama mengadakan penyuluhan tentang penyakit Scabies dan Penyuluhan dampak Gadget di Pesantren Modern Babun Najah Ulee Kareng Banda Aceh pada hari ini Kamis, 5 Desember 2019.

Penyakit  gudik dalam dunia medis disebut dengan skabies, yaitu salah satu penyakit kulit menimbulkan rasa gatal gatal di kulit terutama dirasakan pada malam hari yang kemudian akan muncul ruam-ruam pada kulit tersebut. Penyakit Skabies ini juga mudah menular dari manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Skabies mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprei, handuk, bantal, air yang masih terdapat kutu Sarcoptes.

Penyakit ini penyebabnya dipengaruhi sebab adanya tungau yang ukurannya kecil yang tak tampak oleh mata telanjang. Dimana tungau tersebut masuk kedalam bagian kulit dan membentuk sarangnya pada jaringan kulit. Penyakit scabies banyak diderita di tempat yang berkelompok seperti asrama, pesantren, dayah.

Selain itu juga kami melakukan penyuluhan dampak  bahaya menggunakan gadget pada anak-anak, di jaman sekarang ini banyak anak yang sudah mulai kecanduan gawai akan terbiasa mendapatkan kesenangan dengan pola satu arah. Mereka lebih suka bermain sendiri menggunakan gawai ketimbang bermain bersama teman-temannya.

Selain perkembangan interaksi sosial menjadi terhambat, kesenangan yang didapat dari kecanduan gadget juga dapat membuat anak-anak menghindar dari tanggung jawab dan tugas mereka.

“Ada orang tua memukul anaknya karena telah merusak hp-nya TETAPI tidak ada orang tua yang memukul hp-nya karena telah merusak anaknya”

Jangan Malas cek Kesehatan

Tak sedikit orang yang pergi ke dokter atau rumah sakit hanya ketika mau mengobati penyakit tertentu. Padahal idealnya, tes kesehatan (medical check up) dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan terbaru, Selain menerapkan pola makan sehat dan berolahraga, melakukan medical check-up alias cek kesehatan secara rutin adalah salah satu langkah yang penting dilakukan untuk memelihara kondisi tubuh. Jangan tunggu sampai muncul keluhan penyakit untuk melakukannya. Pasalnya, semakin dini suatu penyakit bisa terdeteksi, akan semakin tinggi pula peluang kesembuhannya.

Pagi minggu 1 Desember 2019 pukul 07.00 wib kami seperti biasa melakukan kegiatan rutin yakni senam di acara car free day, tak sengaja pada saat senam mata kami tertuju pada mobil putih dengan tulisan pelayanan kesehatan gratis. Selesai senam kami langsung menuju ke mobil tersebut ternyata masyarakat sudah mulai antrian untuk melakukan cek kesehatan.

Alhamdulillah tidak harus pergi ke rumah sakit hanya datang ke pelayanan kesehatan gratis di acara car free day bisa melakukan cek kesehatan, ada beberapa jenis tes kesehatan seperti cek tekanan darah, gula darah, kolestrol dan asam urat.